"SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI KUA KECAMATAN SUKAKARYA KABUPATEN BEKASI * SELAMAT HARI AMAL BAKTI KEMENTERIAN AGAMA KE-66. * MENIKAH DAN TERCATAT RESMI DI KUA LEBIH MENENTERAMKAN"

TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM

KUA SUKAKARYA MENGUCAPKAN TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

NISHFU SYA'BAN dan SADRANAN


oleh Hartono Ahmad Jaiz
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berkenan memberikan berbagai keni’matan bahkan hidayah kepada kita.
Shalawat dan salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, menjalani perintah-perintah Allah sekuat kemampuan kita, dan menjauhi larangan-laranganNya.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah. Kita hadir di masjid untuk shalat Jum’at ini tentunya ada semangat kebaikan dalam jiwa kita. Semangat mengerjakan kebaikan atau ibadah adalah merupakan anugerah Allah. Seandainya tanpa dianugerahi semangat, maka tentunya tidak ada semangat untuk kebaikan itu. Sehingga kalimat « لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ » dalam hadits Bukhari dan Muslim dinyatakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kanzul jannah (simpanan surga). Karena maknanya adalah kepasrahan dan penyerahan diri kepada Allah, bahwa tidak ada daya untuk menolak keburukan dan tidak ada kekuatan untuk mencapai kebaikan kecuali karena Allah.

PNS...OH....PNS....

Manajemen Pegawai Negeri Sipil
Sesungguhnya, upaya-upaya pembinaan PNS di Indonesia secara lebih terarah
telah menjadi perhatian pemerintah sejak lama. Hal ini dapat dilihat dari telah
direvisinya beberapa undang-undang yang mengatur pegawai negeri sipil selama
ini. Undang-Undang No. 18 Tahun 1961 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok
Kepegawaian yang dinilai sudah tidak mampu lagi mengakomodir perubahanperubahan
yang dibutuhkan pada masa itu, diubah dengan Undang-Undang No. 8
Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Undang-Undang No. 8 Tahun
1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian mengatur kedudukan, kewajiban, hak,
dan pembinaan Pegawai Negeri yang dilaksanakan berdasarkan sistem karir dan
sistem prestasi kerja.
Sehubungan dengan berbagai perubahan dalam sistem pemerintahan negara
RI yang berimplikasi terhadap manajemen PNS seperti antara lain otonomi
daerah, maka Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 diubah dengan UU No. 43
Tahun 1999 tentang Perubahan Atas UU No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian yang tetapkan tanggal 30 September 1999. Dilihat dari usianya, UU
tentang kepegawaian ini baru diubah setelah 25 tahun berlaku. Sebuah masa yang
cukup panjang untuk mengakomodir perubahan-perubahan paradigma dan praktik
manajemen pegawai negeri sipil. Tidak semua pasal dalam UU No. 8 Tahun 1974
tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang direvisi. Perubahan tersebut hanya
mencakup 26 pasal. Artinya, pasal-pasal yang tidak diubah – yang merupakan
produk 25 tahun yang lalu – tetap berlaku sebagai rujukan dalam manajemen PNS
sekarang ini.

"N" KUA Sukakarya Bulan Mei 2011

NO. DESA JUMLAH NIKAH
1 2 3
1. SUKAMURNI 7
2. SUKAINDAH 11
3. SUKAKARYA 5
4. SUKALAKSANA 10
5. SUKAJADI 14
6. SUKAKARSA 9
7. SUKAMAKMUR 11
JUMLAH 67

KEGIATAN DALAM RANGKA HAB 2010




PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CPNS KEMENAG 2010

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CPNS KEMENAG dapat dilihat disini.

PENGUMUMAN CPNS KEMENAG KABUPATEN BEKASI

Bagi Saudara yang berminat untuk menjadi CPNS harap menghubungi Kanmenag kab. Bekasi atau klik disini

Jajaran Kemenag Jabar Diminta Tak Alergi Pada Wartawan


Foto

Bandung (Pinmas)--Seluruh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat mulai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota hingga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan kepala Madrasah jangan alergi dengan kedatangan wartawan yang ingin menanyakan berbagai informasi untuk disebarluaskan kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Drs. H. Muhaimin Lutfhie M.M kepada wartawan usai membuka sosialisasi UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik kerjasama PWI Jawa Barat dengan Kementerian Agama Jawa Barat di aula MAN 1 jalan H. Alpi (Cijerah) Bandung, Selasa (29/6).

Hadir pada kesempatan tersebut seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan Kepala Madrasah Aliah Negeri se-Jawa Barat. Selain itu, Dewan Penasehat PWI Pusat yang juga Direktur Utama Pikiran Rakyat Bandung, H. Syafik Umar serta jajaran pengurus PWI Jawa Barat yang dipimpin Drs. H. Yoyo S. Adiredja, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat, H. Naungan Harahap, SH.MH.

Menurut Muhaimin, hendaknya para pejabat di lingkungan Kementerian Agama jangan merasa alergi atau takut pada wartawan yang benar-benar meminta informasi untuk disampaikan kepada masyarakat luas. "Masyarakat juga butuh informasi dan mengetahui perkembangan yang terjadi, sedangkan bila ada yang mengatasnamakan wartawan disertai nada ancaman jangan segan-segan untuk melapor ke aparat kepolisian", tegas Muhaimin.

Oleh karenanya, Muhaimin menegaskan pada jajarannya agar tidak alergi kepada wartawan. Sebab, banyak program Kementerian Agama yang harus diketahui oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah perolehan Kanwil Kemenenterian Agama Jabar yang memperoleh penghargaan Sertifikat ISO 9001 versi 2008 dan PT Surveyor Indonenesia dan PT Mutu Agung Lestari merupakan sampel pelaksanaan dalam pelayanan haji di Jawa Barat.

Sementara Ketua PWI Jawa Barat, Drs. H. Yoyo S. Adiredja yang ikut jadi pembicara juga mengungkapkan pemtingnya mengedepankan etika jurnalistik. Dia mengatakan, setiap wartawan harus mengedepankan etika dan penuh tanggung jawab dalam setiap penulisan berita. Sedangkan untuk kalangan internal PWI Jawa Barat, pihaknya telah menerapkan pola baku sosialisasi yang dikaitkan dengan rekruitmen anggota.

"Penerimaan anggota baru PWI didahului dengan orientasi yang harus mengikuti Karya Latihan Wartawan (KLW) yang sifatnya wajib tanpa bilih bulu", kata H. Yoyo yang juga Pemimpin Redaksi H.U. Pikiran Rakyat.

Sedangkan diluar PWI, lanjut Yoyo masih ada puluhan organisasi lainnya yang mengatasnamakan organisasi wartawan Indonesia. Namun, setelah Dewan Pers melakukan verifikasi kelayakan organisasi, ternyata hanya ada tiga yang memenuhi persyaratan yaitu PWI, AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia), dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia).

Masih menurut H. Yoyo, jumlah wartawan anggot PWI di Jawa Barat hanya berkisar 1.100 orang yang statusnya anggota mudan dan biasa, dimana anggota PWI diseluruh Indonesia mencapai 14 ribu orang.

Menyinggung pelaksanaan sosialisasi UU. 40 tentang Pers yang dilakukan Kementerian Agama Jawa Barat, H. Yoyo menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Agama Jawa Barat yang dipimpin H. Muhaimin Lutfhie karena dengan kepekaannya mampu menyelenggarakan kegiatan sosialiasi UU nomor 40/1999 ini.

"Ini sebagai pilot projek terhadap instansi lainnya dan program prioritas lainnya adalah lingkungan Pendidikan Nasional", kata Yoyo.
Pada kegiatan ini, turut hadir dan memberikan sambutan dewan penasehat PWI Pusat, H. Syafik Umar sedangkan pembicara Priyambodo (PWI Pusat) dengan moderator, H. Uyun Achadiat, dan H. Us Tiarsa (Dewan Penasehat PWI Jawa Barat) dengan moderator Erwin Kuswiwan. Sedangkan Rabu (30/6) ini, akan diisi oleh H. Tarman Azzam (Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat) yang akan diikuti seluruh Kepala Madrasah Tsanawiah dan Ibtidaiyah se-Jawa Barat. (nm)